Remaja menggunakan Linky AI di ponsel – risiko dan tips keamanan Linky AI untuk orang tua

Linky AI Aman untuk Anak? 7 Risiko + 5 Tips untuk Orang Tua

Anna Lebedinets (soulbodyheal) | 30.08.2026

Sedang menunggu Grab atau Gojek lalu melihat Linky AI di HP anak?

Wajar kalau pertanyaan pertama yang muncul adalah: “Linky AI aman untuk anak atau tidak?”

Jawaban singkatnya: Linky AI bukan aplikasi yang cocok untuk anak dan remaja di bawah 18 tahun.

Linky juga bukan sekadar bot percakapan AI. Aplikasi ini menggabungkan karakter AI dengan fitur sosial yang dapat menghubungkan pengguna dengan orang lain, termasuk pesan, profil, pencocokan pengguna, fitur berbasis lokasi, dan pembelian dalam aplikasi.

Linky AI aman untuk anak? Jawaban cepat

Sebaiknya tidak digunakan oleh pengguna di bawah 18 tahun.

Di Indonesia, Google Play saat ini memberi rating 18+ untuk Linky AI. Halaman aplikasinya juga mencantumkan konten seksual, interaksi pengguna, dan pembelian dalam aplikasi.

App Store juga memberi Linky rating 18+.

Dokumen resmi Linky sendiri tidak sepenuhnya konsisten. Privacy Policy Linky menyebut layanan ini tidak ditujukan untuk pengguna di bawah 18 tahun. Sementara itu, Terms of Service Linky menetapkan batas usia yang berbeda untuk Android dan iOS.

👉 Untuk orang tua di Indonesia, patokan yang paling jelas adalah 18+.

Apa itu Linky AI? 4 fitur yang perlu diketahui

Linky AI menggabungkan karakter AI dan platform sosial dalam satu aplikasi.

Pengguna dapat:

  • mengobrol dan bermain peran dengan karakter AI;
  • membuat karakter sendiri;
  • menggunakan teks dan suara;
  • berinteraksi dengan pengguna lain.

Bagian terakhir sering terlewat.

Kalau anak berkata, “Aku cuma ngobrol sama AI,” tetap periksa apakah ia juga menggunakan fitur sosial. Linky memang memiliki fitur yang dapat menghubungkan satu pengguna dengan pengguna lain.

7 risiko Linky AI untuk anak dan remaja

1. Konten yang tidak sesuai usia bisa muncul

Privacy Policy Linky menyatakan layanan ini tidak ditujukan untuk pengguna di bawah 18 tahun.

Percakapan atau konten di platform dapat mencakup tema yang tidak sesuai untuk anak, termasuk konten seksual, kekerasan, bahasa kasar, atau materi ofensif.

Linky memiliki sistem moderasi, tetapi filter tidak menjamin semua konten sesuai untuk anak.

2. Anak bisa berbicara dengan orang nyata

Ini salah satu risiko Linky AI yang paling mudah terlewat.

Linky memiliki fitur seperti:

  • pencocokan pengguna;
  • rekomendasi profil;
  • pesan antar pengguna;
  • pengguna di sekitar.

Artinya, anak tidak selalu hanya berbicara dengan karakter AI.

Jika izin lokasi diberikan, fitur pengguna di sekitar juga dapat memakai perkiraan lokasi hingga tingkat kota.

3. AI bisa memberi jawaban yang salah

Karakter AI dapat terdengar ramah, meyakinkan, bahkan seolah memahami masalah pengguna.

Namun, AI tetap merupakan perangkat lunak.

Jawabannya bisa salah, kurang aman, atau tidak sesuai dengan keadaan anak. Risiko ini lebih besar jika percakapan membahas hubungan, kesehatan mental, rasa percaya diri, atau masalah pribadi.

4. Karakter AI bisa terasa terlalu dekat

Linky dirancang untuk percakapan yang panjang dan terasa personal.

Bagi sebagian remaja, karakter AI dapat mulai terasa seperti teman sungguhan.

Perhatikan jika anak:

  • mengobrol sampai larut malam;
  • merasa kesal saat tidak bisa membuka Linky;
  • mulai menjauh dari keluarga atau teman;
  • lebih sering meminta saran kepada AI.

Hal ini tidak otomatis berarti anak mengalami ketergantungan. Yang perlu diperhatikan adalah apakah kebiasaannya mulai berubah.

5. Privasi dan lokasi perlu diperiksa

Linky dapat memproses data profil, lokasi, percakapan teks atau suara, serta data lain sesuai fitur yang digunakan.

Privacy Policy Linky juga menjelaskan bahwa informasi profil tertentu dapat terlihat oleh pengguna lain dan lokasi kasar dapat digunakan untuk fitur sosial.

Ajarkan anak untuk tidak membagikan:

  • alamat rumah;
  • nama sekolah;
  • nomor telepon;
  • kata sandi;
  • foto pribadi;
  • informasi pembayaran.

UNICEF Indonesia juga menyarankan keluarga membuat aturan sederhana mengenai informasi pribadi yang tidak boleh dibagikan di internet.

6. Ada koin, kartu karakter, dan langganan

Linky AI bukan hanya aplikasi percakapan gratis.

Di dalamnya terdapat:

  • koin virtual;
  • kartu karakter;
  • pembelian dalam aplikasi;
  • langganan berbayar.

Jika Linky ada di HP anak, periksa riwayat pembelian dan langganan yang masih aktif.

Pastikan juga setiap pembelian membutuhkan persetujuan orang tua.

7. Kontrol orang tua di Linky terbatas

Filter keamanan Linky bukan kontrol orang tua yang dapat dikelola penuh dari HP orang tua.

Dokumentasi publik Linky tidak menjelaskan adanya panel khusus yang memungkinkan orang tua mengatur jadwal penggunaan, memblokir Linky dari perangkat mereka sendiri, atau menyetujui pemasangan aplikasi baru.

Karena itu, kontrol langsung di tingkat perangkat lebih praktis.

5 tips jika menemukan Linky AI di HP anak

1. Tanya dulu, jangan langsung marah

Cari tahu kenapa anak menggunakan Linky.

Mungkin ia menemukannya dari TikTok, X, teman sekolah, atau rekomendasi toko aplikasi. Bisa juga karena ingin bermain peran, membuat cerita, atau sekadar mencari teman ngobrol.

Mengetahui alasannya membantu orang tua menentukan langkah berikutnya.

2. Tanya: ngobrol dengan AI atau orang nyata?

Cari tahu apakah anak hanya berbicara dengan karakter AI atau juga memakai:

  • pesan antar pengguna;
  • pencocokan pengguna;
  • pengguna di sekitar;
  • obrolan suara atau video;
  • Linky Real.

Risikonya berbeda.

Berbicara dengan karakter AI tidak sama dengan berinteraksi dengan orang yang tidak dikenal.

3. Periksa profil, lokasi, dan pembayaran

Lihat apakah:

  • izin lokasi aktif;
  • profil menampilkan foto atau data pribadi;
  • ada langganan aktif;
  • koin atau item lain pernah dibeli.

Periksa juga metode pembayaran yang tersimpan di HP anak.

4. Jelaskan batas usia

Tidak perlu ceramah panjang.

Sampaikan dengan sederhana:

“Linky punya rating 18+ dan bukan aplikasi untuk anak.”

Jelaskan juga kenapa konten dewasa, orang asing, lokasi, dan data pribadi perlu diperhatikan.

5. Blokir jika perlu, tetapi tetap ajak bicara

Jika anak belum berusia 18 tahun, membatasi atau memblokir Linky dari perangkat lebih masuk akal daripada mencoba membuat aplikasi ini “aman” hanya dengan filter.

Tetap beri ruang agar anak mau bercerita jika pernah melihat atau menerima sesuatu yang membuatnya takut, bingung, atau tidak nyaman.

Cara membatasi Linky AI dengan kontrol orang tua

Aplikasi kontrol orang tua seperti Kroha dapat membantu mengatur akses dari luar Linky.

Dengan Kroha, orang tua dapat:

  • memblokir atau membatasi Linky AI dan aplikasi AI lain;
  • mengatur jadwal dan batas waktu untuk aplikasi yang boleh digunakan;
  • melihat aplikasi baru yang terpasang;
  • mengatur akses tanpa membaca percakapan pribadi anak.

Kroha tersedia untuk Android dan iOS. Di iPhone anak, fitur pembatasan aplikasi memerlukan Kroha Advanced. Beberapa fitur, termasuk batas harian dan statistik penggunaan aplikasi, tersedia khusus di Android.

📥 Blokir aplikasi AI di Android dengan Kroha

📥 Atur kontrol orang tua Kroha di iPhone

Tujuannya bukan membaca setiap percakapan anak.

Tujuannya adalah membuat batas yang jelas.

Di Indonesia, pendekatan ini juga sejalan dengan PP TUNAS, yang menekankan perlindungan anak dari berbagai risiko digital, termasuk konten yang tidak sesuai usia, kontak dengan orang asing, masalah privasi, aktivitas komersial, dan penggunaan digital yang tidak sehat.

FAQ tentang Linky AI

Apakah Linky AI aman untuk anak?

Sebaiknya tidak digunakan oleh anak dan remaja di bawah 18 tahun.

Linky AI menggabungkan percakapan dengan karakter AI, fitur sosial, lokasi, konten dewasa, dan pembelian dalam aplikasi.

Berapa rating Linky AI di Indonesia?

18+.

Google Play Indonesia saat ini memberi Linky AI rating 18+.

App Store juga memberi Linky rating 18+, sementara Privacy Policy Linky menyatakan layanan tersebut tidak ditujukan untuk pengguna di bawah 18 tahun.

Karena itu, 18+ adalah patokan yang paling jelas bagi orang tua di Indonesia, meskipun dokumen resmi Linky tidak sepenuhnya konsisten soal batas usia.

Apakah pengguna Linky AI bisa berbicara dengan orang nyata?

Ya.

Linky memiliki fitur pencocokan pengguna, rekomendasi profil, pesan, dan pengguna di sekitar.

Jadi, interaksi di Linky tidak selalu hanya terjadi antara pengguna dan karakter AI.

Apakah Linky AI memakai lokasi?

Bisa.

Jika pengguna memberikan izin, fitur pengguna di sekitar dapat memakai perkiraan lokasi hingga tingkat kota.

Informasi lokasi juga dapat digunakan untuk pencocokan dan rekomendasi sosial.

Apakah kontrol orang tua membuat Linky AI aman untuk anak?

Tidak.

Kontrol orang tua tidak dapat mengubah aplikasi 18+ menjadi aplikasi anak.

Namun, kontrol orang tua dapat membantu memblokir atau membatasi akses ke Linky AI dari perangkat anak.

Kesimpulan: apakah Linky AI aman untuk anak?

Untuk pengguna di bawah 18 tahun, sebaiknya tidak digunakan.

Risiko Linky AI bukan hanya soal konten dewasa.

Aplikasi ini juga memiliki fitur sosial, interaksi dengan pengguna nyata, penggunaan lokasi, pengumpulan data pribadi, karakter AI yang bisa terasa sangat personal, serta pembelian dalam aplikasi.

Jika menemukan Linky di HP anak, gunakan langkah sederhana ini:

tanya dulu → cek apakah anak berbicara dengan AI atau orang nyata → periksa lokasi dan pembayaran → jelaskan rating 18+ → blokir jika perlu.

Tidak perlu membaca setiap percakapan.

Yang lebih penting adalah komunikasi terbuka, aturan keluarga yang sederhana, dan kontrol orang tua di tingkat perangkat.

Artikel Terbaru

Cara Melacak Lokasi Anak Lewat HP

Sebagai orang tua, wajar jika kita ingin tahu anak sedang di mana. Cara melacak lokasi anak lewat HP kini semakin mudah — bisa melalui fitur bawaan HP, layanan operator, atau aplikasi parental control khusus. Pilih cara yang sesuai dengan kebutuhan keluarga dan usia anak.

Yang penting, pelacakan bukan untuk mengontrol setiap langkah anak. Tujuannya adalah memberi rasa aman — bagi orang tua dan anak. Dengan penjelasan yang tepat, anak juga bisa memahami mengapa orang tua perlu mengetahui lokasi mereka dalam situasi tertentu.


12.06.2026

Selengkapnya
icon

Cara membatasi aplikasi anak Anda

Jika anak menghabiskan terlalu banyak waktu untuk bermain game, menggunakan media sosial, atau aplikasi lainnya, Anda tidak perlu memblokir seluruh akses ke ponsel. Ada dua cara utama untuk mengatur penggunaan aplikasi: batas harian menentukan berapa lama aplikasi dapat digunakan, sedangkan jadwal menentukan kapan aplikasi tersedia.

Dengan Parental Control Kroha, orang tua dapat mengatur batas waktu dan jadwal penggunaan aplikasi, misalnya membatasi game selama waktu belajar atau sebelum tidur.

27.09.2026

Selengkapnya
icon
Lindungi anak Anda secara online
Lindungi sekarang